Pengertian Perhitungan Ketentuan Dan Hukum Zakat Fitrah

Advertisement
Pengertian Perhitungan Ketentuan Dan Hukum Zakat Fitrah - Salah satu amalan penting dalam di bulan ramadhan ini adalah adanya kegiatan menunaikan zakat fitrah yang mempunyai arti suci atua menyucikan diri dan harta dari hal hal yang mengotorinya seperti banyaknya dosa yang telah dilakukan ataupun dalam harta ada haq orang lain yang mestinya di berikan, Nah dengan membayar zakat fitrah semua itu bisa di sucikan kembali sesuai dengan pengertian dan perhitungan ketentuan dan hukum zakat fitrah itu sendiri.

Sehingga dengan adanya pengertian zakat fitrah tersebut bisa membukakan pintu hati dengan adanya belas kasih sesama manusia karena salah satu hikmah zakat fitrah selain membersihkan diri dan harta, Juga bisa membangun jiwa sosial yang tinggi dengan indahnya saling berbagi bersama mereka yang berhak menerima zakat fitrah itu, Yang di sertai dengan ketentuan zakat fitrah sebagai prosedur utama dalam membayar dan menunaikannya sesuai dengan pengertian dan penerangan tentang zakat fitrah itu sendiri bagi kita semuanya.

Yang di mulai dari perhitungan zakat fitrah secara baik dan di urus oleh mereka yang memang sudah di tunjuk sebagai panitia pelaksana zakat fitrah supaya semuanya bisa berjalan sempurna kena padda ketentuan hukum hukum zakat fitrah itu sendiri, Sebab jika semuanya tidak berjalan sesuai dengan prosedur hukum dan ketentuannya maka itu tidak termasuk pada kriteria pembayaran zakat fitrah yang sudah di tentukan oleh agama, Untuk itu penting sekali mengetahui beberapa hal penting yang berkaitan langsung dengan pengertian zakat fitrah itu sendiri.

Pengertian Perhitungan Ketentuan Dan Hukum Zakat Fitrah
Pengertian Hukum Zakat Fitrah


Zakat Fitrah merupakan zakat yang waijib dikeluarkan pada malam takbiran atau sebelum shalat ied. Dalam melakukan zakat fitrah terdapat takaran-takaran yang digunakan dalam melakukan Zakat Fitrah. Tata cara perhitungan dan ketentuan Zakat Fitrah wajib teman-teman ketahui,

Pengertian Zakat Fitrah
Zakat Fitrah merupakan zakat yang waijib dikeluarkan pada malam takbiran atau sebelum shalat ied dengan penjelasan yang lebih luas dari hukum mengeluarkan zakat fitrah sesuai dengan takaran takaran yang digunakan dalam melakukan zakat fitrah dan tata cara perhitungan dan ketentuan zakat fitrah wajibitu sendiri. Sebagaimana yang telah diterangkan oleh Rosululloh S.A.W yang bersabda

"Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan yang kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barang siapa yang mengeluarkan sebelum (selesai) shalat id, maka itu adalah zakat yang diterima (oleh allah); dan siapa saja yang mengerlukannya sesudah shalat id, maka itu adalah sedekah biasa (buakn zakat fitrah). (HR. Ibnu Majah).

Perhitungan Ketentuan Zakat Fitrah

Sebagaimana yang telah di terangkan oleh Rosululloh S.A.W yang bersabda :
"Rasulullah SAW telah memfardukan (mewajibkan) zakat fitrah satu sha' tamar atau satu sha' gandum atas hamba sahaya, orang merdeka, baik laki-laki maupun perempuan, baik kecil maupun tua dari kalangan kaum Muslim, dan beliau menyuru agar itu dikeluarkan sebelum masyarakat pergi ke tempat shalat Idul Fitri. (HR. Bukhari Muslim).  

Hukum Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib bagi kaum muslim, baik laki-laki, wanita, merdeka maupun  hamba  sahaya.  hal  ini  berdasarkan  sebuah  hadits  riwayat  Ibnu  Umar yakni :

"Diceritakaan  kepada  kita  Abdullah  Ibnu  Maslamah  Ibnu Qo’nab   dan   Qutaibah   Ibnu   Said   keduanya   berkata   : diceritakan  kepada  kita Malik  dan diceritakan  kepada kita Yahya Ibnu Yahya berkata : saya telah membaca dihadapan Malik  dari Nafi’,  dari Ibn Umar  sesungguhnya  Rasulullah SAW  telah  mewajiban  zakat  fitri  dari  ramadhan  sebanyak satu  sha’  kurma  atau  satu  sha’  gandum    kepada  orang merdeka  dan  hamba,  laki-laki  dan  wanita,  dari  kalangan kaum muslimin”

Sehingga dengan anda mengetahui apa saja yang berhubungan langsung dengan amalan rukun dalam islam seperti puasa dan zakat fitrah ini, Maka secara tidak langsung anda sedang membangun mentalitas agama yang kuat, Yang bisa di tindaklanjuti dengan amalan yang berkesinambungan sesudah lebaran seperti dari hikmah dan hukum puasa bulan syawal yang sangat di anjurkan sekali bagi semua umat islam.

Advertisement