Cara Merawat Bayi Yang Baik

Advertisement
Cara merawat bayi yang baik dan terjaga adalah hal yang harus diutamakan dan diperhatikan dengan baik baik oleh setiap orang tua terutama bagi seorang ibu karena ini akan berdampak pada kesehatan bayi itu sendiri karena pasti seorang ibu menginginkan bayinya itu sehat dan terbebas dari segala penyakit.

Cara Merawat yang baik dan terjamin itu harus dijadikan rutinitas yang wajib bagi seorang ibu nanti kalau seandainya bayi itu sakit sudah ada dan bisa mengatasinya secara baik sesuai dengan apa yang di anjurkan oleh bidan dan dokter spesialis anak.

Dan dibawah ini beberapa penjelasan penyakit yang biasa ada di bayi dan cara mengobatinya semoga saja banyak manfaatnya sehingga dapat kita lakukan sesegera mungkin sehingga bayi kita sehat dan jauh dari yang namanya penyakit. 

Cara merawat bayi yang baik

Cara Merawat Bayi

 Cara merawat bayi yang baik


1. Bila ada cairan putih di tali pusatnya yang masih basah. 

Langsung saja ditangani dan pastikan tali pusat tidak berbau karena kalu seumpanya sudah berbau itu sanat beresiko sekali dan harus segera dibawa ke dokter dan tindakan pertama yang harus kita lakukan
bayi dimandikan lalu bungkus tali pusat dengan kain kasa yang dibasahi alkohol 70%. Jangan ditaburi apapun, baik antibiotika atau bedak.

2. Bila matanya lengket.
Caranya : bersihkan matanya dengan kapas yang dibasahi air matang dari arah hidung ke telinga. Gunakan satu kapas untuk sekali pembersihan.dan apabila terlihat ada cairan kuning serta lengket langsung bawa ke dokter
.
3. Bila mulutnya berbau kurang sedap.
Bisa jadi karena ia mulai sering ngiler akibat giginya yang tumbuh. Agar kesehatan gigi dan mulutnya terjaga, setiap kali habis makan atau minum susu, bersihkan mulutnya dengan sikat khusus. Atau dengan kain kassa basah yang dicelupkan ke air matang kemudian dibungkuskan ke jari lalu sosokkan ke geliginya.

4. Bila Giginya mulai tumbuh.
 Keadan seperti ini bisa menjadikan bayi malas makan, dan lebih rewel di malam hari karena gusinya sakit sehingga mengeluarkan banyak air liur dan apabila bayi itu demam langsung beri obat penurun panas dan beri mainan yang dapat digigit-gigit tapi aman terus lakukanlah sentuhan (pijatan ringan) di daerah raham mulut agar bayi lebih nyaman.
.
5. Bila ada bekas ‘merah-merah’ di seputar mulut dan pipinya.
Kemungkinan karena bekas tetesan air susu. lakukan segera setelah menyusui dengan membersihkan seputar mulut dan pipi bayi dari bekas-bekas susu dengan air bersih dan lap agar kering. ingat jangan menaburkan bedak di atas kulit yang kemerahan karena ini akan membuat kulit bayi jadi kering, bahkan bisa menyebabkan kulit tersebut jadi gatal dan terkena inveksi.

6. Bila hidungnya tersumbat.
 Cara Mengobatinya adalah dengan mengoleskan krim ke bagian dadanya sebagai penghangat khusus untuk bayi namun bila kulit bayi sensitive, oleskan di bagian luar kaus dalamnya sehingga tidak langsung ke kulit.

7. Bila pilek hidungnya.

 Agar si bayi tidak mengalami dehidarasi atau kekurangan cairan, berikan minum yang cukup dan Jika masih minum ASI, harus sering disusui serta Jemur bayi padi pagi hari, karena kegiatan ini akan membantu mengeluarkan lendir di hidungnya dan bersihkan lendirnya dengan saputangan kain yang lembut dan menyerap air atau dengan tisu super lembut.

8. Bila Panasnya tidak turun sampai lebih dari 2 hari.

 Segera bawa ke dokter karena demam yang tidak turun dari dua hari bisa merupakan tanda infeksi sekunder, yaitu infeksi yang diakibatkan penyakit terdahulu. Jangan memberikan obat penurun demam tanpa konsultasi dengan dokter anak krena ini akan beresiko pada si bayi.

9. Bila  si bayi sembelit. 
Tindakan yang harus dilakukan adalah Pijat perut bayi secara perlahan dari arah kanan bawah perut bayi, membentuk “hati” dengan gerakan searah jarum jam. Pijatan ini akan mebantu kerja organ pencernaan dan mencegah timbulnya sembelit. Jika bayi masih minum ASI eksklusif, usahakan Anda konsumsi banyak serat (baik dari sayur maupun buah-buahan) dan banyak minum air putih. Bila bayi sudah makan makanan pendamping ASI, beri cairan yang banyak termasuk jus buah atau kuah sayur dan buah.serat (baik dari sayur maupun buah-buahan) dan banyak minum air putih. Bila bayi sudah makan makanan pendamping ASI, beri cairan yang banyak termasuk jus buah atau kuah sayur dan buah.

10. Bila bayi diare karena alergi susu sapi.
Bila ia masih mendapat ASI eksklusif, Seorang ibu harus menjaga setiap asupan makananya dengan menghindari makanan yang mengadung susu sapi, seperti keju atau es krim. Bila ia sudah mendapat makanan pendamping ASI, berikan makanan yang mengadung susu kedelai. Periksa label makanan padat yang akan diberikan untuk bayi. Banyak biscuit bayi yang mengandung susu sapi, sehingga memicu alerginya.Ke dokter bila reaksi alergi masih muncul walapun telah diberikan makanan yang mengandung susu kedelai.

Itulah penjelasan mengenai cara merawat bayi yang baik semoga bermanfaat bagi para ibu yang munkin sekarang sedang mempunyai seorang bayi dan terima kasih atas kunjungannya.

Advertisement